Showing posts with label Fiqih. Show all posts
Showing posts with label Fiqih. Show all posts

Thursday, May 4, 2017

Astagfirullah Terjawab Sudah!! Para Ibu-ibu Wajib Baca... Benarkah Hukum Arisan Itu HARAM?? Inilah Penjelasan dalam Islam

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/astagfirullah-terjawab-sudah-para-ibu.html
google.com
Umumnya ibu-ibu suka sekali mengikuti arisan, yaitu menyetor beberapa yang telah disetujui bersama, lalu dengan cara berkala --entah satu minggu sekali atau satu bulan sekali-- mengocok nama yang memiliki hak memperoleh giliran memperoleh dana yang terkumpul itu.

Bahkan juga banyak orang yang ikut arisan di banyak tempat, di lingkungan rumah, di kantor, di komunitas, bahkan juga ada pula arisan keluarga.

Ada 3 pendapat tentang hukum Fiqih arisan :

1. Haram

Ada yang memiliki pendapat arisan haram hukumnya (Fiqih Muamalat Maliyyah Muashirah, Prof. Dr. Saad Al Khatslan, hlm. 194), karena arisan dikira berupa akad pinjaman dengan syarat peminjam itu nanti memberi pinjaman juga pada pemberi pinjaman sebelumnya. Sedangkan tiap-tiap pinjaman yang mendatangkan manfaat yaitu riba, jadi dikira arisan memiliki kandungan riba yang hukumnya haram.

2. Boleh


Walau demikian, pendapat sebaliknya dinyatakan oleh Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang malah membolehkan arisan, yaitu hukum asal muamalah. Mengenai pemilihan giliran lewat cara mengocok nama peserta tidaklah dikira sebagai faktor yang mengharamkan. Karena kocok undian dibolehkan bila dilakukan untuk memastikan orang yang paling berhak diantara beberapa orang yang memiliki hak.

3. Sunah


Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyampaikan hukum arisan yaitu sunah, sebab arisan adalah satu diantara cara untuk memperoleh modal dan menyatukan uang yang terlepas dari riba.

Teman dekat, pendapat yang paling kuat tentang hukum arisan yaitu mubah (bisa), hingga kita dapat tenang untuk mengikuti arisan, jangan pernah ada faktor yang membuat arisan itu jadi haram. Jadi, butuh juga diperhatikan akhlak waktu berkumpul mengocok nama, supaya tidak terjadi pertikaian pada peserta arisan. Wallaahualam.

Mudah-mudahan bermanfaat.
Jangan lupa bagikan info ini ya...

Sudah Benarkah Wudhumu? Hati-hati Dengan 10 Kesalahan Ini

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html
google.com
Berwudhu merupakan hal yang wajib dilakukan ketika kita hendak melakukan shalat, mengaji atau  ibadah yang lain, wudhu pun wajib untuk mengikuti tuntunan dari Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mengerjakannya. Maka tidak boleh kita melakukan ibadah hanya dengan dasar pendapat seseorang, opini seseorang atau logika semata. Lebih lagi jika tidak memiliki dasar sama sekali alias asal-asalan. Dikutip dari: Muslim.

Tapi apakah kalian menyadari hal sepele yang bisa membatalkan wudhumu? Apa sajakah itu? simak penjelasannya di bawah ini.


1.Tidak Membaca Bismillah

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Para ulama berbeda pendapat apakah basmalah atau mengucapkan “bismillah” hukumnya wajib ataukah sunnah. ٍSebagian ulama mewajibkan dengan dalil hadits: “tidak ada shalat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala” (HR. Ahmad dan Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil).

2.Doa Pada Saat Membasuh Anggota Wudhu

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Imam an-Nawawi berkata, “Doa-doa ini yakni doa-doa pada saat membasuh anggota wudhu tidak memiliki dasar. ” Dalam fatwa Lajnah Daimah no. 2588 dikatakan, “Tidak ada doa dari Nabi saw pada saat membasuh dan mengusap anggota wudhu dan doa yang disebutkan dalam hal ini adalah bikinan orang tidak berdasar, yang dikatahui secara syar’i adalah basmalah di awal wudhu, mengucap dua kalimat syahadat di akhir wudhu ditambah dengan,

اللَهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ المُتَطَهِّرِيْنَ 

“Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

3.Meninggalkan Istinsyaq dan Istintsar

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Istinsyaq yaitu hirup air melalui hidung hingga ke pangkal hidung, serta Istintsar yaitu mengeluarkannya (air yang dihirup tadi) dari hidung. Beberapa golongan muslimin saat bewudhu cuma memasukan jarinya yang basah kedalam hidung. Dalil mengenai Istinsyaq serta istintsar yaitu hadits yang ada dalam Shahih al-Bukhari :

Dari Humran, (beliau menyifati wudhu Utsman radhiyallahu ‘anhu). Lalu ia memasukkan tangan kanannya di bejana, lantas ia berkumur, hirup air ke hidung serta mengeluarkannya, l/49.

Serta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Barangsiapa berwudhu, sebaiknya ia hirup air ke hidung (serta mengembuskannya kembali) ; serta barangsiapa yang lakukan istijmar (bersuci dari buang air besar dengan batu), sebaiknya mengerjakannya dengan ganjil (tak genap). ”

4. Tidak Sempurna Membasuh Anggota Wudhu

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Tidak sempurna dalam membasuh anggota wudhu dan mengakibatkan ada sebagian anggota wudhu yang tidak terbasuh oleh air. Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Shahihnya. Dari Muhammad bin Ziyad, dia berkata:

’Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu -saat itu beliau melewati kami, dan orang-orang sedang berwudhu: ”Sempurnakanlah wudhu kalian, sesungguhnya Abul Qosim (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh air ketika berwudhu) dari api neraka.”
Dan dari Khalid bin Mi’dan dari sebagian istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki yang shalat sedangkan di punggung kakinya terdapat bagian mengkilap karena tidak terbasuh oleh air wudhu seukuran uang dirham (uang logam), maka Nabi menyuruhnya untuk mengulang wudhunya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud menambahkan: dan (mengulang) shalat”). Al-Atsram berkata:

 “Aku bertanya kepada imam Ahmad: ’hadits ini sandanya jayyid (bagus)?’
Beliau menjawab: ’jayyid.’Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata tentang hadits ini:

”Hadits ini menunjukkan wajibnya mengulang wudhu dari awal, bagi orang yang yang meninggalkan membasuh anggota wudhunya sekalipun sekecil apa yang disebutkan dalam hadits.”

“Barangsiapa yang menyempurnakan wudhu sebagaimana yang Allah perintahkan, maka shalat-shalat wajib (yang lima) adalah penghapus dosa (yang terjadi) di antaranya ”Tidak sempurna dalam membasuh anggota wudhu dan mengakibatkan ada sebagian anggota wudhu yang tidak terbasuh oleh air. Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Shahihnya.

5. Menganggap Mengusap Leher Dianjurkan 

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Walau sebenarnya tak demikian, ia tak disarankan serta tak termasuk juga beribadah wudhu.

6. Membasuh Anggota Wudhu Lebih Dari Tiga Kali

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Ini adalah was-was dari setan, karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah menambah cucian dalam wudhu lebih dari tiga kali, sebagaimana yang tsabit dalam Shohih Al-Bukhary bahwa (Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- berwudhu tiga kali-tiga kali).

Maka yang wajib atas seorang muslim adalah membuang semua was-was dan keragu-raguan (yang muncul) setelah selesainya wudhu dan jangan dia menambah lebih dari tiga kali cucian untuk menolak was-was yang merupakan salah satu dari tipuan setan.

7. Menyebut Nama Allah d Dalam WC Atau Masuk ke Dalamnya Dengan Membawa Sesuatu yang Didalamnya Terdapat Dzikir Kepada Allah

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Ini yaitu hal yang makruh jadi sepantasnya untuk seorang muslim untuk menjauhinya. Dari Ibnu ‘Umar -radhiallahu ‘anhuma- beliau berkata :

“Ada seseorang lelaki yang berlalu sesaat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tengah kencing. Jadi orang itu juga mengatakan salam namun Nabi tak membalas salamnya”. (Kisah Muslim).

Hal semacam ini karena menjawab salam yaitu termasuk juga dzikir.

8. Beristinja (Mencuci Dubur) Setelah Buang Angin (Kentut)

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Tidak ada istinja ketika buang angin (kentut), istinja hanya pada buang air kecil dan buang air besar, maka tidak disyari’atkan bagi orang yang kentut untuk beristinja sebelum berwudhu sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang, karena dalil-dalil syari’at tidak ada yang menjelaskan akan istinja` dari kentut, yang ada hanyalah penjelasan bahwa kentut adalah hadats yang mengharuskan wudhu, dan segala puji hanya milik Allah atas kemudahan dari-Nya.

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak terdapat dalam Al-Kitab, tidak pula dalam sunnah Rasul-Nya adanya istinja dalam kentut, yang ada hanyalah wudhu”.(Al-Minzhar fi Bayan Al-Akhtha` Asy-Syai’ah karya Asy-Syaikh Saleh bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh)

9. Boros Dalam Penggunaan Air

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Boros atau israf tidak dicintai Allah, termasuk dalam berwudhu, Nabi saw sendiri mencontohkan pengiritan dalam bersuci, beliau mandi dengan satu sha`, jika mandi dengan satu sha` berarti wudhu kurang dari itu. Di samping itu boros air termasuk melampui batas dalam bersuci yang dilarang. Dari Abdullah bin Mughaffal berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,

إِنَّهُ سَيَكُوْنُ فِي هَذِهِ الأُمَةِ قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ .

“Akan ada orang-orang dari umat ini yang melampui batas dalam berwudhu dan berdoa.” (HR. Abu Dawud dengan sanad –menurut al-Arnauth- yang kuat).

10.Tertidur lalu tidak mengulang wudhu

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/sudah-benarkah-wudhumu-hati-hati-dengan.html

Sebagian orang tertidur di masjid, kemudian apabila iqamat dikumandangkan dibangunkan oleh orang di sebelahnya lalu langsung bangkit shalat tanpa berwudhu lagi. Orang yang seperti ini wajib baginya untuk berwudhu, karena dia lelap dalam tidurnya. Adapun kalau dia sekedar mengantuk dan tidur ringan sehingga masih mengetahui siapa yang ada di sekitarnya, maka tidak wajib baginya untuk berwudhu lagi.

Itulah beberapa kesalahan yang kurang kita sadari, Semoga informasi ini dapat berguna dan juga bermanfaat bagi anda. Terimakasih telah berkunjung.

Siapa Bilang Melahirkan Secara Cesar itu Tidak Sakit, Ini Fakta yang Bisa Membuka Mata

http://berita-suara.blogspot.com/2017/05/siapa-bilang-melahirkan-secara-cesar.html

Perdebatan antara proses melahirkan normal dan cesar masih saja terjadi, masih banyak yang memandang bahwa ibu melahirkan cesar dianggap bukan ibu yang sempurna.

Percakapan antara Ibu A melahirkan secara cesar dan Ibu B melahirkan dengan normal.

Ibu B : Enak ya Bu, nggak sakit waktu persalinan?
Ibu A : Mungkin seperti itu bun, tapi takutnya setengah mati..., padahal saya ini nggak tahu apa-apa tentang medis, dan resiko seperti yang saya baca-baca kalau operasi gagal, dan yang terjadi... ahh... jangan sampai lah..
Yang penting saya dan anak baik-baik saja.

Ibu B : Ia juga sih,, saya waktu melahirkan "Fulan" rasanya sakit,, karena 12 jam baru bukaan penuh...
Ibu A : Ya begitulah bunda, resiko masing-masing.. Tapi rasa sakit melahirkan cesar ini baru terasa setelah operasi... Ndak bisa bergerak bebas seperti melahirkan normal.... Itu bunda 5 hari sudah enak gitu ya jalannya.

Ibu B : Alkhamdulillah bunda... 
Dan pembicaraan dilanjutkan obrolan lain...

Ini pengakuan ibu-ibu yang melahirkan secara cesar..


Melanjutkan obrolan ibu-ibu diatas, baiknya kita ketahui 3 fakta berikut yang seharusnya bisa membuka mata, bahwa operasi cesar juga merupakan proses bertaruh nyawa untuk sang bayi.

Mengutip The Asian Parent, seperti ditulis di laman Bright Side, menjalani operasi cesar membutuhkan keberanian dan kekuatan dalam jumlah besar. Hanya seorang perempuan dan seorang ibu luar biasa yang mampu menghadapinya dengan cara yang mengagumkan.

Berikut ini 3 fakta yang selama ini hanya diketahui oleh ibu yang melahirkan cesar.

1. Keberanian Menghadapi Konsekuensi Prosedur Operasi

Banyaknya ibu yang menjalani operasi cesar sehingga dianggap sebagai prosedur biasa dan umum. Padahal, para dokter dan tenaga medis rumah sakit memasukkan operasi cesar dalam kategori operasi mayor atau operasi besar.

Seperti semua operasi mayor lainnya, cesar memiliki risiko tinggi untuk ibu dan bayi. Ditambah lagi, sangat sulit bagi suami atau keluarga untuk menemani sang ibu yang menjalani operasi cesar. Si ibu akan sendirian, tanpa kemungkinan untuk menerima dukungan dan penuh dengan ketidakpastian.

Operasi cesar adalah perjuangan melawan rasa takut dan kesendirian, dengan kekuatan dalam diri ibu dan keinginan kuat, serta cinta tanpa syarat yang membuat mereka mampu menanggung sulitnya operasi demi sang bayi.

2. Mereka Tidak Tahu Apakah Semua Baik-baik Saja Sampai Keluar Dari Ruang Operasi

Prosedur operasi cesar tidak berhenti begitu saja setelah bayi lahir, seperti jenis operasi lainnya, dokter harus menunggu sampai efek obat bius menghilang untuk menentukan apakah operasinya berhasil atau tidak.

Si ibu masih harus diperiksa setiap jam untuk memastikan tidak ada komplikasi pasca operasi.

Selama proses operasi, si ibu dalam keadaan sadar. Memang tubuh bagian bawahnya dibius agar tidak merasakan sakit, namun si ibu merasakan semua pergerakan yang terjadi saat dokter membelah perutnya untuk mengeluarkan sang bayi.

Perasaan seperti itu tentu saja tidak menyenangkan, bila Anda sebelumnya tidak mengetahui hal ini sebelum menjalani operasi cesar, kemungkinan akan mengalami trauma karena pengalaman itu sangatlah tidak nyaman.

Meski demikian, para ibu menjalani semua proses itu dengan gagah berani, karena mereka tahu bahwa hadiah yang akan mereka terima sangatlah indah. Yakni kehadiran sang bayi yang mereka nantikan.

3. Mereka Melewati Proses Pemulihan Pasca Operasi Layaknya Pahlawan

Seperti diketahui, proses pemulihan pasca operasi casar berlangsung lebih lama dari proses pemulihan saat melahirkan dengan normal. Namun ketika bayi lahir, dunia sebagai seorang ibu akan melingkupi mereka.

Dengan segala kebutuhan dan tuntutan perawatan bayi, mereka memenuhinya tanpa mengeluh.

Bagi ibu yang melahirkan normal, hari-hari pertama kehadiran bayi sangatlah melelahkan, apalagi bayi ibu yang melahirkan cesar. Mereka harus menjalaninya dengan menahan rasa sakit pasca operasi yang belum sepenuhnya hilang.

Hal ini membuat mereka menjadi lebih kuat, mengalahkan rasa sakit demi memberikan yang terbaik bagi bayi. Kekuatan mereka hanya bisa dimengerti oleh ibu lain yang juga menjalani operasi.

Tidak peduli betapa beratnya hari yang mereka jalani pasca operasi, mereka menghadapinya dengan senyum dan cinta yang melimpah untuk sang bayi. Karena setiap detik yang mereka lewati, mereka bisa memeluk bayi yang mereka cintai, inilah yang membuat segala letih dan sakit menjadi sepadan.

Mari kita dukung semua ibu yang ingin melahirkan secara normal maupun cesar. Keduanya sama-sama pahlawan, bertaruh nyawa demi sang bayi. Perjuangan yang dilewati juga sama-sama berat, jadi jangan saling menghakimi.

Mari saling memberi dukungan pada ibu dan bayi. Karena pekerjaan seorang ibu adalah pekerjaan seumur hidup, sama berharga dan sama bernilainya, tak peduli apakah ia melahirkan dengan cesar ataupun normal.

Karena untuk menjadi Ibu yang seutuhnya bukan dilihat dari cara ia melahirkan Normal atau Cesar, tapi mampukah ia mendidik anak yang dilahirkan menjadi anak yang sholeh/sholehah dan mengantarkan orangtua ke ridhoNya Allah SWT. 

Monday, May 1, 2017

Begini 6 Shalat Orang yang Ditemani Setan. Naudzubilahimindzalik!

Hati-hati dalam melakukan segala sesuatu, karena beragam tipu daya dan muslihat setan selalu mereka lancarkan agar manusia ingkar dari Allah SWT.


“Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A’raf : 16 – 17)


Mengutip Muslimahdaily, salah satu hal yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia adalah dengan melalaikan dari sholat, setan akan senantiasa menggoda manusia agar sholatnya tidak sempurna bahkan membujuk manusia agar ringan meninggalkan sholat, sampai meninggallkannya. Na’udzubillah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, ‘Ingatlah ini dan itu’. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.” (H.R Bukhari)

Sholat adalah ibadah yang paling utama dan yang pertama kali dihisab, tentunya setan tidak akan mudah membiarkan manusia menyembah Tuhannya, setan akan terus menempel bersama orang yang sholat agar sholatnya tidak khusyu.

Berikut ini dikatakan adalah orang – orang yang sholat bersama setan:

1. Orang yang waswas dalam niat
Setan membuat hatinya waswasan dan tidak yakin niatnya telah sempurna. Mengulang takbir berkali – kali, hingga imam rukuk bahkan sujud, ia masih saja dipermainkan setan dalam niat dan takbirnya.

2. Orang yang ingat itu dan ini
Saat tengah sholat, setan akan mendatangi manusia untuk mengingatkan berbagai urusan, hingga sholat seseorang menjadi tidak khusyu.

Dikisahkan suatu hari imam Hanafi didatangi seseorang yang kehilangan barang. Ia lupa menaruh barangnya, oleh Imam Hanafi orang itu dianjurkan untuk sholat sepanjang malam hingga menemukan barang yang dicari. Namun baru setengah malam menjalankan sholat, setan membuatnya ingat lokasi barang tersebut.

Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Imam Hanafi menerangkan bahwa setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam sholatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat sholat.

3. Orang yang merasa ragu buang angin
Perasaan ragu buang angin atau tidak adalah sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan sholat seseorang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.” (H.R Ahmad)

4. Orang yang tidak fokus pada sholatnya
Setan akan membuat seorang yang sedang sholat menjadi tidak fokus dengan mencuri perhatian, menjadikan orang yang sedang sholat menengok kesana kemari, membaca tulisan di depannya atau teralihkan oleh suara panggilan di Hp.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu ‘anha, ia berkata:

“Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba”. (H.R Bukhari)

5. Orang yang sholatnya tergesa – gesa
Sholat dengan tergesa-gesa sehingga sholatnya tidak Tuma’ninah, Rasulullah sangat melarang hal tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)

Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam sholat lebih buruk daripada mencuri harta.

6. Wanita yang shalat ke masjid menggunakan wangi – wangian
Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang.

Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian(para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.” (H.R Muslim)

Demikianlah, setan akan terus menggangu manusia dengan berbagai cara agar sholat seseorang menjadi tidak sempurna. Di antara cara yang paling sering digunakan untuk membuat sholat menjadi tidak khusyu adalah membuat lupa sesuatu sebelum sholat, namun ketika sholat justru ingat hal tersebut.

Hendaknya, mari kita senantiasa meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dan selalu berusaha mempebaiki kualitas sholat kita agar lebih khusyu, Aamiin. 

Wednesday, April 26, 2017

SUBHANALLAH...!!! Inilah Hukumnya Jika Pria Berpakaian Melebihi Mata Kaki...Bantu Share Ya...!!!

Bagi kaum muslim pakaian merupakan salah satu identitas diri. Ada aurat yang harus ditutupi sebagai jalan menjaga kehormatan. Bagi wanita, pakaian yang dikenakan harus menutupi seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.



Berbeda dengan wanita, pria juga memiliki aturan berpakaian tersendiri. Salah satunya tidak boleh berpakaian melebihi dari mata kaki atau disebut dengan isbal. Model berpakaian seperti ini sering kali membuat pria muslim terlihat aneh.

Sebagian mengatakan bahwa hal ini tidak mengikuti perkembangan fashion, terlalu kuno, dan terlihat asing. Tapi perlu diketahui, jika melanggar aturan ini akan mendapat sanksi dari Allah SWT yang begitu pedih. Seperti apa sanksi pria yang berpakaian melebihi mata kaki? Berikut ulasannya.

Berpakaian Isbal atau menjulurkan kain di bawah mata kaki terlarang dalam Islam. Bahkan Nabi Muhammad SAW melarang keras umatnya melakukan hal tersebut. Hukuman yang dijanjikan Allah SWT pada golongan ini adalah neraka. Nabi SAW menjelaskan dalam hadistnya yang berarti:

“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

Nantinya orang yang melakukan Isbal pada hari kiamat juga tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan sama sekali dipandang dan tidak akan disucikan. Siksaan pedih juga menanti mereka yang menjulurkan pakaiannya. Dalam hadist riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Ada tiga jenis manusia yang tidak akan diajak biacar oleh Allah pada hari Kiamat, tidak dipandang, dan
tidak akan disucikan oleh Allah. Untuk mereka bertiga siksaan yang pedih. Itulah laki-laki yang isbal, orang yang mengungkit-ungkit sedekah dan orang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim, 106)


Berdasarkan dalil di atas para ulama sepakat bahwa hukum isbal atau memanjangkan pakaian melebihi mata kaki adalah haram. Namun ada pendapat ulama lain yang menyatakan makruh, jika melakukannya dengan tidak ada unsur sombong.

“Ada seorang lelaki yang kainnya terseret di tanah karena sombong. Allah menenggelamkannya ke dalam bumi. Dia meronta-ronta karena tersiksa di dalam bumi hingga hari Kiamat terjadi”. (HR. Bukhari, 3485)

“Pada hari Kiamat nanti Allah tidak akan memandang orang yang menyeret kainnya karena sombong” (HR. Bukhari 5788)

Terkait halnya dengan pakaian yang dibawah mata kaki, maka perbuatan itu melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika di katakan dalam hadist, Ada lima hadist terkait yang disebutkan dalam hadist Bukhari. Disebutkan dalam shahih Bukhori

Pada masa itu pakaian di bawah mata kaki adalah simbol kebanggaan. Beberapa ulama mengatakan bahwa boleh pakaian di bawah mata kaki asalkan tidak sombong.

Namun Dr Zakir Naik mengatakan, yang harus diperhatikan pada sabda Nabi Muhammad SAW Bahwa Allah tidak akan melihatmu pada hari kiamat jika karena sombong. Namun Allah tetap menghukummu jika kainnya dibawah mata kaki, baik karena sombong maupun tidak.

Harus disadari bahwa isbal adalah kesombongan bahkan sampai hari ini. Jika hal itu merupakan perintah Allah dan RasulNya maka tidak ada alasan bagi Muslim untuk membantahnya.

“Beralasan hingga engkau meninggalkan perintah Rasulullah itu juga bentuk kesombongan.

Kamu memang akan tampak seperti pelawak, Namun jika Allah SWT dan Rasulnya ridho maka hal itu bukanlah masalah. Justru ketika kamu tetap melakukannya maka itulah kesombongan. Ungkap Zakir Naik

Monday, April 24, 2017

Disorot Media Asing, Ini Pengidap Kanker yang Fotonya Dipajang Pada Bungkus Rokok

Kamu pasti sangat familiar dengan gambar kanker tenggorokan yang terpampang dalam bungkus rokok.  Gambar kanker tersebut akan kamu temukan dalam setiap rokok yang dijual bebas di Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu siapa sebenarnya sang pengidap kanker tersebut.  


Dikutip dari Al Jazeera, (17/4) sosok tersebut adalah pengidap kanker laring bernama Edison Siahaan. Al Jazeera merekam melalui video bagaimana kesaksian Edison hingga akhirnya kanker menggerogoti lehernya. 

Edison Siahaan mulai merokok sejak usia 15 tahun.


Dalam video tersebut, Edison Siahaan mengaku mulai menjadi perokok sejak berusia 15 tahun. Kebiasaan ini pun membuatnya kecanduan dan dia merasa tidak enak setiap harinya kalau tidak merokok.

Ternyata, kecanduan rokok memberikan dampak yang buruk bagi Edison. Pasalnya pria ini divonis dokter mengidap kanker tenggorokan. Yang mengejutkan lagi, kanker yang diidap pria 78 tahun ini ternyata sudah sangat parah.


Dokter pun terpaksa melakukan operasi dengan cara membuat lubang pada tenggorokan Edison.  Pria ini kemudian menyadari bahwa nasi sudah menjadi bubur. Dia kini hanya bisa meratapi nasibnya dan sangat sedih saat mengingat ketika dia mengidap kanker tersebut.

Ayah dari 5 orang anak, sekaligus kakek dari 4 orang cucu ini mengaku selalu merokok 3 bungkus per hari selama 50 tahun lamanya. Bahkan istrinya pun juga harus mengidap penyakit stroke karena masalah yang sama.
Edison mengingatkan bahaya rokok yang sangat hebat.


Pria ini juga mengingatkan kerugian yang akan diderita para perokok yang juga kecanduan seperti dirinya. Para perokok dihimbau untuk berpikir dua kali sebelum merokok karena merokok akan menyebabkan mereka mengalami nasib yang sama seperti Edison.

Dia bahkan kehilangan pekerjaanya karena tenggorokannya tidak mampu lagi berfungsi dengan baik. Dia kini menjadi pengajar bagi para penderita kanker tenggorokan lainnya untuk bisa berbicara normal lagi.

Merokok juga akan menyebabkan kerugian finansial karena perokok lebih suka menghamburkan uangnya untuk membeli rokok. Kemudian, saat perokok tersebut mengidap kanker, mereka juga harus mengeluarkan uang yang sangat besar untuk biaya operasi.

Meski 400.000 orang di Indonesia meninggal tiap tahunnya akibat merokok, pemerintah tetap saja mengembangkan bisnis ini karena memberikan omzet yang sangat besar. 

Simak video lengkap pengakuan Edison Siahaan berikut ini:

Wahai Istri.. Ajaklah Suamimu Berhubungan Seminggu 3 Kali, Ini Manfaatnya !

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berhubung4n Su4mi Istri tiga kali seminggu bisa membantu orang mengamankan karir di tempat kerja. Anda tentu terkejut saat membacanya, bukan? Anda pasti sedang bertanya-tanya apa hubungan antara s3ks dan pekerjaan?


Sebuah studi yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University menemukan bahwa orang yang berhubung4n
Su4mi Istri 2-3 kali seminggu digaji 4,5 kali lebih tinggi daripada mereka yang kurang aktif secara s3ksual.

Studi yang dilakukan di Inggris ini menggunakan data dari 7.500 pekerja asal Yunani. Pemimpin studi, Dr Nick Drydakis, mengatakan kepada Metro.co.uk (20/4): Teori Hirarki Kebutuhan Maslow mengklaim bahwa individu yang lebih bahagia dan puas pada hidupnya, menjadi lebih produktif dan sukses dalam pekerjaan, yang diterjemahkan dengan upah yang lebih tinggi."

Studi ini menyimpulkan seseorang perlu untuk dicintai dan mencintai, baik secara s3ksual atau non-se3sual oleh orang lain. Dr Nick menambahkan bahwa bila tidak adanya unsur-unsur itu, seseorang mungkin jadi lebih rentan terhadap kesepian, kecemasan sosial dan depresi - semua faktor yang dapat mempengaruhi karir seseorang.

Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan info ini kepada rekan yang lain ya....

Fatwa Ulama: Berzina Lalu Menikah, Sahkah Pernikahannya? berikut jawabanya yang harus diketahui..

Seorang lelaki berzina dengan wanita, lalu lelaki ini menikahinya dengan akad yang syar'i. Apakah pernikahannya ini sah?

  


Soal:Seorang lelaki berzina dengan wanita, lalu lelaki ini menikahinya dengan akad yang syar’i. Apakah pernikahannya ini sah? Dengan catatan si lelaki tersebut berkata bahwa ia telah bertaubat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.

Jawab:
Dalam hal ini ada beberapa perkara,

Pertama: yang shahih dari pendapat para ulama, tidak diperbolehkan seorang lelaki baik-baik menikahi seorang wanita pezina. Dan tidak diperbolehkan wanita baik-baik menikahi lelaki pezina. Jika keadaannya si wanita adalah pezina dan si lelaki pezina namun sudah taubat, maka perlu di lihat keadaan si wanita. 

Jika si wanita tersebut juga sudah bertaubat, maka hilanglah sifat yang membuat haram pernikahannya tadi (sehingga menjadi boleh, pent). Namun jika si wanita tersebut belum bertaubat, padahal si lelaki sudah bertaubat, maka tidak diperbolehkan menikahinya.

Kedua: andai si wanita pezina tersebut sudah bertaubat, jika ia tidak hamil dari perzinaan yang ia lakukan, lalu mereka menikah, ini tidak mengapa. Akadnya sah. Namun jika mereka menikah sedangkan si wanita tersebut sedang hamil dari hasil perzinaan, maka yang shahih dari pendapat para ulama, akadnya tidak sah. Tidak sah melakukan akad nikah dengan wanita yang sedang hamil yang dihasilkan dari persetubuhan tanpa nikah (baca: zina). 

Saya katakan “tanpa nikah” di sini untuk membedakan dengan kasus rujuk, karena dalam kasus rujuk ini si wanita hamil karena persetubuhan dengan nikah yang sah. Dan untuk kasus yang ditanya tadi (jika akad dilakukan ketika hamil) maka akadnya tidak sah dan wajib mengulang akad ketika si wanita sudah melahirkan.

TERNYATA Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - NO. 4 Paling Simpel..,, Tolo0ng di share

Insyaallah - Tumpukan dosa yang menggumpal bukan berarti tidak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya. Selama dosa itu tidaklah dosa besar yang menyebabk kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa ditukar dengan kembali dalam pelukan Islam.



Berikut ini adalah 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa. Apa saja itu?

1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tidak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tidak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa, ” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu. ”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. Furqan : 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa yaitu sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah (mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian sebagian kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (QS. al-Baqarah : 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api. ” (H. r. Thabrani).

 Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah yaitu orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun bebrapa ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas. Sedekah enyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, terkait suami-istri, atau lakukan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun
jiwa. “… (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih
baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya


Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan ke dalam surga…” (QS. ash-Shaff : 11-12).

Karenanya, para sahabat Rasulullah saw selalu berlomba menyambut seruan jihad. Kendati mereka sudah menginfakkan harta, tapi itu tak membuat mereka puas untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Bagi mereka, syahid di jalan Allah adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, dan akan dikawinkan dengan dua bidadari dan akan memberi syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya…, ” (H. r. Thabrani).

4. Wudhu

Bagi mereka yang tidak sempat berjihad bukan berarti pintu melebur dosa tertutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntutan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan shalatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan, ” (H. r. Muslim dan Nasa’i). ”

5. Shalat

Selain itu, shalat merupakan kaffarah (penebus) dosa dan kesalahan seorang hamba. Perumpamaan orang yang melakukan shalat lima waktu sehari semalam ibarat orang yang di depan rumahnya mengalir sungai dan ia mandi lima kali sehari. Tidak akan ada kotoran yang tersisa. “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu Allah akan melebur sebagian kesalahan (hamba-Nya), ” tutur Rasulullah saw seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi bahwa Rasulullah saw menyatakan, “Shalat lima saat, shalat Jum’at menuju Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa di antara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilanggar. ”

6. Puasa

Beribadah puasa yang dikerjakan dengan penuh keimanan serta cuma mengharap ridha Allah juga dapat melebur dosa. “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala lantaran Allah) jadi diampunilah dosanya yang telah melalui. ” (H. r. Bukhari Muslim).

Terlebih bila puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari sesudahnya. “Sesiapa yang puasa Ramadhan serta menemaninya dengan puasa enam hari di bln. Syawal, jadi ia bakal keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya, ” sekian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari tiap-tiap pertengahan bln. hijriyah) dapat juga jadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad kalau Rasulullah saw bersabda, “Dari tiap-tiap bln. tiga hari, siapapun yang dapat melakukannya, jadi (pahala) sehari-harinya dapat melebur sepuluh kali kekeliruan serta dia bersih dari dosa seperti air bersihkan baju. ”

7. Haji

Kalau ibadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) mampu melebur dosa, begitu juga dengan ibadah haji yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor dan tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagai mana ia dilahirkan ibunya, ” (H. r. Bukhari Muslim).

Begitulah kesempurnaan Islam dan keutamaan umat Nabi Muhammad. Hari-harinya penuh dengan pahala yang mampu melebur dosa kesalahannya.


Semoga dosa-dosa kita dihapus dan diampuni oleh-Nya. Aamiin.
 (dakwah-surga)

Sunday, April 23, 2017

Ketahuilah Bahwa Allah Ada Sebelum Adanya Tempat | Bagikan, Wajib di Renungkan

Allah ada sebelum adanya tempat. Hal ini menunjukkan bahwa Allah
sang Maha Pencipta, Dia lah yang menciptakan segala yang ada di alam semesta ini. Namun, terkadang beberapa orang bertanya mengenai keberadaan Allah. Allah telah menciptakan suatu tempat tapi dimanakah Allah berada? Simaklah artikel yang menjelaskan mengenai hal ini.



Banyak pertanyaan mengenai dimanakah Allah berada, namun semua pertanyaan itu tidak akan bisa diketahui karena tidak ada yang bisa mencapai pikirannya mengenai hal-hal tersebut. Selagi kita memiliki keyakinan yang kuat, maka mengimani akan lebih penting dibanding terus mempertanyakan. Salah satu pertanyaan adalah dimana Allah tinggal sebelum bersemayam di atas Arasy.

Mengenai pertanyaan tersebut, terdapat tiga jawaban, namun tak semuanya benar. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan, bisa jadi kemungkinan itu mustahil ataupun benar adanya:

1. Allah menciptakannya di dalam diri-Nya
Siapa saja yang berpikiran demikian, berarti ia telah terjerumus dalam pendapat dan keyakinan yang salah. Bagaimana tidak. Kita tahu bahwa Allah telah menciptakan segala yang ada di jagad raya ini. Kemudian, Allah masih ke dalam ciptaan-Nya itu. Pendapat ini mustahil karena tidak mungkin jika Allah masuk ke dalam tempat yang kotor dan tidak suci itu. Analogi ini bisa kita lihat dengan Allah menciptakan manusia, jin, iblis, hewan dan dan memasukkan semua ciptaan di dalam diri-Nya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena tidak mungkin
Allah memiliki sifat seperti manusia, jin, bahkan setan sekalipun. Allah adalah Maha Suci jadi tidak ada yang bisa menandingi kesucian-Nya itu.

2. Allah menciptakan makhluk lalu masuk ke dalamnya
Kemungkinan kedua ini juga sangat mustahil terjadi. Apabila seseorang meyakini hal ini berarti ia telah terjerumus juga dalam kesesatan. Kemungkinan ini menganalogikan bahwa Allah menciptakan manusia, jin, iblis dan lainnya kemudian Dia masuk ke dalam diri ciptaan-Nya itu. Hal ini menunjukkan bahwa Allah membutuhkan umat-Nya sebagai tempat berada. Oleh karena ini, kemungkinan ini sungguh mustahil karena Allah memiliki sifat berbeda dengan makhluk-Nya. Selain itu, ciptaan Allah membutuhkan-Nya tetapi Allah tidak membutuhkan semua itu. Inilah yang menyebabkan haram mempunyai pikiran Allah bertempat, karena Allah ada tanpa tempat.

3. Allah menciptakan makhluk di luar diri-Nya
Kemungkinan yang ketiga inilah yang dianggap benar. Allah menciptakan makhluk-Nya dan Allah berada di luar semua itu. Hal ini dibuktikan bahwa Allah memiliki sifat berbeda dengan makhluk Allah. Semua ciptaan-Nya membutuhkan diri-Nya, sedangkan Dia tidak membutuhkan satu pun umat atau ciptaan-Nya. Allah adalah Maha Sempurna, Maha Suci dan sifat-sifat lainnya dimana tidak akan ada makhluk yang dapat menandingi-Nya. Hal ini dianalogikan bahwa langit diciptakan sebagai langit dari bumi, namun langit tidak membutuhkan bumi. Begitu juga dengan Allah, semua berada di bawah Allah dan semua membutuhkan Allah.

Sebagai seorang muslim, kita harus sadar bahwa Allah adalah Maha Pencipta yang Paling Sempurna. Seberapa pintar seseorang, ia tidak akan mampu mengetahui hal-hal yang menjadi urusan Allah, seperti siapa yang menciptakan Allah. Karena sesungguhnya Allah adalah Maha Esa dimana Dia lah yang menciptakan semua ini. Dia menciptakan manusia hanya untuk menyembah kepada-Nya. Oleh karena itu, lebih baik jika kita meyakini bahwa Allah selalu ada bersama orang-orang yang beriman sehingga kita akan terus berbuat baik serta beribadah kepada-Nya.

Terhindar Dari Adzab Kubur Karena Sering Wudhu | Wajib Baca ( {SHARE} )

Air wudhu tidak hanya berguna sebagai syarat untuk kita mendirikan shalat,
tapi juga memiliki manfaat lain untuk diri kita. Beberapa di antaranya adalah dapat membuat wajah semakin bersinar. Kisah kali ini menceritakan bahwa ada salah seorang laki-laki yang bernama Sulaiman bin Mihrain Al-A’masy. Ia senantisa menjaga kesucian dirinya dari berbagai hal yang dapat membatalkan wudhu. Saat ia batal dari wudhu, maka ia dengan segera mengambil air wudhu kembali.


Ia mengenakan pakaian yang tampak sederhana, bahkan sangat sederhana. Saat seorang tabi’in mendatangi majelis, tampilannya menjadi pusat perhatian orang banyak. Ia adalah Sulaiman bin Mihrain yang merupakan seorang ulama yang tidak memperhatikan penampilannya dengan baik.

Sulaiman terkenal sebagai sosok yang unik sehingga membuat banyak orang kebingungan, bahkan sering juga yang meremehkan dirinya. Pernah pada suatu hari Sulaiman mendatangi majelis dengan Ibnu Abi Laila, seluruh pandangan pun tertuju pada Sulaiman dengan pakaian lusuh yang tak bernilai itu.

Salah seorang di majelis itu menanyakan pada Ibnu Abi, mengapa ia membawa seseorang seperti ini (dengan pakaian lusuh) untuk menghadiri majelis fiqih. Ibnu pun mengatakan bahwa Sulaiman Al A’masy adalah guru kita.

Setelah mendengar jawaban dan penjelasan Ibnu Abi, semua orang yang datang di majelis itu pun tertunduk malu. Rasa bersalah muncul karena mereka telah meremehkan orang yang merupakan ahli
hadits dimana ia telah hafal sekitar 4 ribu hadits.

Hampir tujuh tahun, Sulaiman tidak pernah ketinggalan dalam takbiratul ikhram rekaat pertama di shalat berjamaah. Ia juga berada di shaf pertama saat shalat berjamaah.

Begitu halnya dalam berwudhu, ia hampir tidak melupakan wudhu apabila wudhunya sudah batal. Diriwayatkan bahwa saat Sulaiman terbangun dari tidurnya dan tidak sempat berwudhu maka ia senantiasa bertayamun. Keutamaan mengambil wudhu ini selalu membuatnya melakukan saat wudhunya batal.

Sebuah riwayat mengatakan bahwa ulama yang sederhana ini meninggal dunia pada bulan Rabi’ul Awal tahun 148 hijriyah di usianya 87 tahun.

Jarir meriwayatkan bahwa setelah Sulaiman wafat, ia pernah memimpikan beliau. Jarir pun bertanya dalam mimpi mengenai keadaan Sulaiman sekarang. Dalam mimpi tersebut, Sulaiman mengatakan bahwa ia telah selamat dengan pengampunan Allah Ta’ala dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

Ternyata, Sulaiman mendapatkan nikmat di alam kubur karena seluruh amal ibadahnya selama masih hidup di dunia. Salah satu amalan itu ialah, dalam hidupnya ia selalu membuat tubuhnya dalam keadaan suci dengan air wudhu. Tidak hanya saat akan shalat, tapi kita bisa mengambil air wudhu untuk membuat diri segar dalam melakukan berbagai aktivitas.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita tahu bahwa wudhu memberikan pengaruh penting dalam amalan kita. Seperti yang kita tahu, bahwa sebelum mendirikan shalat maka kita diwajibkan untuk berwudhu untuk mensucikan diri. Dalam berwudhu terdapat rukun yang harus kita lakukan dengan benar. Selain untuk mensucikan diri, manfaat wudhu menurut Islam yang lain, yakni membuat wajah semakin bersinar dengan sinar orang yang beriman. Selain itu, wudhu juga dapat menjaga kesabaran kita dan menghindarkan diri dari amarah. Seperti yang kita tahu bahwa saat kita marah maka kita diminta untuk berwudhu. Oleh karena itu, semangat beramal dan beriman harus kita contoh dari sosok Sulaiman.